Jumat, 19 Juni 2015

Kisah Mualaf Arnould Van Doorn,Produser Film "Fitna" Nabi Muhammad S.A.W yang Sekarang Menunaikan Ibadah Haji

[Khazanah]:Produser film menghina Nabi Muhammad dan pegiat anti-Islam Arnoud Van Doorn justru menjadi muslim aal tahun ini dan dia pertama kali melakukan ibadah haji kemarin. Dia mengatakan mendapat ketenangan setelah menjadi muslim. Situs irib.ir melaporkan, Senin (21/10/13), mantan politisi Partai Kebebasan Wilders pimpinan orang anti-Islam terbesar sejagat Greet Wilders mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam.
“Semoga penyesalan, pertobatan, dan air mata saya dapat mencuci seluruh dosa saya,” ujarnya. Doorn menjadi mengenal Islam justru di saat mencari kelemahannya.
Dia pernah menjadi produser film Fitnah bercerita mengenai Islam dan Al-Quran mengajarkan kekerasan. Namun setelah banyaknya protes tentang film itu, Doorn makin ingin mendalami Al-Quran dan akhirnya dia menemukan kebenaran pada agama dibawa oleh Nabi Muhammad itu. Dia pun memeluk Islam. 


Doorn mengatakan sejak naik haji dan datang ke tanah suci merupakan hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Muhammad. “Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Muhammad,” kata Doorn.
Doorn menjadi salah satu dari 15 ribu mualaf Belanda tahun ini. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu hanya Jumlah mualaf Belanda telah meningkat dari 12 ribu orang.

Doorn merupakan sosok yang sopan dan lembut. Dia percaya bahwa Islamofobia atau diskriminasi terhadap Islam dan kaum muslim di Eropa berasal dari media-media Barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap. Dia bahkan mengatakan jika orang-orang di Eropa tahu betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf.
Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Ma’an (MNA), Doorn menyatakan minatnya untuk melakukan perjalanan ke Iran dan negara-negara Islam lainnya. Dia menjelaskan bahwa dirinya berharap dapat melihat beberapa kota di Negeri Mullah itu, seperti Isfahan, Shiraz, dan Qum.
“Saya telah mempelajari Alquran berdasarkan keingintahuan, yang saya mulai sekitar setahun lalu setelah saya meninggalkan PVV. Sebelum itu saya hanya mendengar cerita negatif tentang Islam. Semakin saya membaca juga Alquran, semakin saya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana,” kata Doorn.

“Saya telah memiliki pendidikan agama sebagai seorang Kristen, jadi saya sudah memahami banyak nilai-nilai. Lebih mudah untuk dari seorang Kristen menjadi seorang muslim daripada dari seorang yang tidak memiliki kepercayaan, karena saya sudah mengenal hal-hal tentang para nabi, malaikat, dan ajaran yang diperlukan dalam agama apapun,” lanjut dia.
Doorn mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam. “Semoga penyesalan, pertobatan, dan air mata saya dapat mencuci seluruh dosa saya,” ujarnya usai melaksanakan ibadah haji, seperti dikutip situs Irib.
Dia juga menyatakan sejak dirinya naik haji dan datang ke tanah suci telah menjadi hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Nabi Muhammad. “Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Nabi Muhammad,” ucap dia.

Sejak Peluk Islam, Dijauhi Teman

Alhasil setelah Doorn menjadi mualaf, mantan rekan-rekan kerja di partainya dahulu sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan dia.
“Saya belum berbicara dengan Geert Wilders sejak saya meninggalkan Partai Kebebasan. Saya tidak tahu kenapa. Ketika Anda meninggalkan partai, Anda pada dasarnya sudah dianggap tidak ada lagi,” kata Doorn, saat diwawancarai Kantor Berita Ma’an (MNA), seperti dilansir situs yjc.ir, Maret 2013 lalu.
“Mantan rekan-rekan saya takut untuk melakukan kontak dengan saya. Hal ini tidak baik untuk karir mereka dalam partai jika mereka melakukan itu,” lanjut dia.


Namun, ketika dirinya ditanyakan hal apa yang paling penting bagi seorang non-muslim dalam melihat Islam. Doorn menyatakan bahwa agar pelajarilah Islam di luar penilaian negatif.
“Setelah itu Anda akan melihat bahwa Islam benar-benar indah dan agama yang sangat murni, sejarah besar dengan standar tinggi,” ucap dia.
Doorn mengatakan bahwa kaum muslim saling merawat satu sama lainnya dalam kemakmuran dan kesulitan. “Ini memberikan kedamaian di dalam diri dan kebijaksanaan, dan ini mengandalkan kehidupan spiritual Anda. Hidup itu lebih daripada uang dan materialisme. Anda akan menjadi orang yang lebih kuat dan lebih baik.”

Di Barat, Islam pada umumnya dituduh telah mempromosikan terorisme, munculnya masalah anti hak asasi manusia (HAM) atau penganiayaan terhadap perempuan. Namun, Doorn mengatakan bahwa itu terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang Islam.
“Anda dapat menemukan orang-orang fanatik dalam agama apapun di seluruh dunia. Sayangnya satu persen orang-orang fanatik itu menunjukkan dirinya di televisi dan media lainnya, dan pengaruh mereka diperbesar.
Sementara 99 persen kaum muslimin adalah pekerja keras dan pendamai. Jika lebih banyak orang akan belajar sejati Islam, semakin banyak orang akan melihat keindahan itu,” jelas Doorn.
Dia juga menyatakan sejak dirinya naik haji dan datang ke tanah suci telah menjadi hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Nabi Muhammad. “Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Nabi Muhammad,” ucap dia.

Arnold Vandron: “Karya saya Selanjutnya Untuk Melayani Islam”

Arnold Van Doorn, saat sedang melaksanakan haji, mengatakan bahwa ia tak sanggup menahan air mata sejak kedatangannya di Mekkah, dan ia merasakan bahwa saat inilah momen yang paling indah.
Ketika dikonfirmasi, Vandron mengatakan akan membuat Film lain yang berbeda dengan Film sebelumnya, yaitu film yang menggambarkan akhlak Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk permintaan maafnya karena telah menghina Nabi sebelum ia masuk Islam.
Dalam pernyataannya kepada surat kabar Saudi “Ukaz”, ia mendapatkan di dalam Islam apa yang selama ini hilang dalam hidupnya, ia menjelaskan bahwa hidupnya sebelum masuk Islam bagaikan menangkap angina, dan ia datang ke Mekkah untuk berhaji sekaligus memohon ampun serta berdo’a agar kesalahannya selama ini terhapuskan.
Dia menambahkan, bahwa disini ia menemukan hati yang tenang, dan saya berdoa semoga air mata saya ini mampu menghapus segala dosa yang telah saya lakukan sebelum taubat, dan saya akan bekerja untuk menghasilkan karya besar untuk melayani Islam dan kaum Muslimin setelah kembali dari ibadah haji.

sumber:word.press.com

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar